RSS

sequel of part – kamu adalah intuisi

05 Nov

Ribuan gundah terlampau sering berkunjung. Tanpa ketukan pintu, pun seruan salam. Bergerombol hadir. Nyaris, tak berdaya.

Ragu, rindu, ketakpastian, peduli, benci, cinta.

Berteguh pada prinsip dan janji diri. Entah adakah gundah dibenakmu?

Mengakar pada kesabaran tak berbatas. Keras. Mencoba menerima dan menjagamu. Dengan caraku. Sedikit memaksa, tak jarang membuatmu tersiksa.

Rindu, senyum saat rambutmu terusap. Menggenggam kakunya jarimu di tengah dingin malam. Kecupan dahi yang sedikit memberi arti, aku kan berusaha ada dan saling menjaga.

Namun luasnya duniamu, hampir pasti tak dapat sedikitpun ku jamah. Ironis, bagian kosong tak bersisa berisikanmu.

Gusti, jangan kau bekukan hati. Karena bela adalah intuisi. Nyata dan benar berarti.

 
Leave a comment

Posted by on November 5, 2013 in nothing

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: