RSS

Mengenal lebih dekat, lebih rekat … Mencintai Indonesia apa adanya

15 Jun

Judul : Meraba Indonesia
Penulis : Ahmad Yunus
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : Juli 2011
Halaman : 370 hlm

Berbicara tentang Indonesia tak pernah ada habisnya.  Sekuel tentang budaya, adat keindahan alam bahkan cara demokrasi hingga kebusukan politik negara ini. Terlalu pelik problem jika membahas tanpa menatap langsung atau setidaknya lebih dekat terhadap kenyataan di lapangan. Indonesia dalam sejuta judul buku disebut negara kepulauan, negara maritim, negara yang kaya dan lainnya terserah orang berbicara. Namun realita? Maukah kita berjalan menyusuri satu per satu desa di Indonesia untuk mendapatkan ribuan cerita nyata?

Sebuah perjalanan ekstrim yang dilakukan oleh dua orang jurnalis senior, Ahmad Yunus dan Farid Gaban sedikit menggambarkan kepedulian mereka untuk membukakan mata masyarakat realita kehidupan di Indonesia. Ya, keliling Indonesia dengan mengendarai sepeda motor 100 Cc. Terdengar heroik, tetapi itulah realita seperti semua yang tergambar dalam buku ini. Mereka menamakan perjalanan ini “Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa”. Bukan hanya menghamburkan uang untuk berjalan-jalan, mereka ingin mendokumentasikan dan membagikan kehidupan di pelosok dan pesisir Indonesia.

Kedua jurnalis ini memulai dengan rute awal adalah kota Jakarta kemudian menuju pulau Sumatera dan begitu selanjutnya. Hal paling ekstrim adalah pemilihan rute yang melawan mainstream seorang pengembara pada umumnya. Mereka lebih memilih jalur pesisir Indonesia.  Pulau Pahawang, Pulau Enggano sebagai ‘Pulau Keliru’, Bukittinggi hingga tanah Bapak Republik Tan Malaka tergambar jelas dalam rentetan perjalanan itu.

Berbagai peristiwa tragis pun terimajinasi dengan jelas seperti saat perahu mereka kandas dihantam ombak dengan bekal MacBook pro, Canon 50D, ponsel dan semua teknologi yang akan mereka gunakan menulis dan mengirimkan hasil dokumentasi tak dapat berfungsi. Bertemu pembajak kapal di Selat Malaka, melintasi hutan belantara dalam kondisi bensin dalam tangki motor tersisa satu liter saja, menyelami indahnya Wakatobi dengan kompresor, ditahan intelijen karena disangka teroris hingga bertahan hidup hanya dengan makan ikan setiap hari dan merasakan carut-marut transportasi laut Indonesia.

Dalam buku ini secara detail menggambarkan kondisi setiap daerah yang mereka singgahi. Bukan hanya tentang kerusakan, carut marut jalanan atau menkompilasikan politik dengan pengalihan fungsi lahan hutan untuk bisnis semata. Tetapi juga filosofi detail tentang sudut-sudut bersejarah kota-kota yang tersinggahi. Mulai rumah Tan Malaka, cerita Bung Hatta dari Bukittinggi hingga kedudukan VOC yang menguasai Sulawesi dan Papua.

Ahmad Yunus tidak hanya mengajak kita menikmati panorama indah yang terekam oleh kameranya. Lebih dari itu, dia ingin kita  tahu dan mengerti lebih dalam bagaimana kehidupan saudara kita hampir di seluruh pesisir Indonesia. Dengan “Mengenal lebih dekat, lebih rekat… mencintai Indonesia apa adanya” sebagai tagline dari buku ini bukan berarti dia mengajak kita seperti dia melakukan perjalanan gila mengelilingi Indonesia. Cukup kita tahu realita yang ada, memikirkan dan kelak muncul solving problem dari masing-masing sisi kekurangan. Recommended book untuk kita yang cinta Indonesia, ingin lebih dalam mengerti Indonesia yang luas ini. “Karena mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama Bangsanya dari dekat”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: