RSS

Selamat Hari Air Sedunia 2012

22 Mar

22 Maret, Hari Air Sedunia. Sedikit yang tahu tentang momentum tanggal ini. Mungkin hanya mereka yang memang aktif dalam dunia lingkungan.

Bukan hanya sebatas memperingati seharusnya kita mampu mengambil dan menganalisa tentang apa yang diperingati itu sendiri.

Air merupakan sebuah benda yang tidak akan pernah tergantikan di dunia ini. Salah satu nyawa dari kehidupan dunia. Tuhan memberikan dengan cuma -cuma energi ini. Layaknya air itu sendiri, manusia di dunia mengartikan air hanya mengalir begitu saja.

Indonesia, merupakan negara tropis yang tidak akan pernah kekurangan air. Dengan dua musim yang ada, kemarau dan penghujan sumber air pun tak akan pernah mati. Saat kemarau, tanah menyimpan banyak air di dalam perutnya. Dengan sokongan akar pepohonan yang ada, itu merupakan investasi yang jarang kita pahami. Saat musim penghujan, inilah puncak dari rejeki Tuhan itu sendiri. Air datang dengan sendirinya tanpa diminta. Hukum alam yang sungguh luar biasa. Tidak dapat dipungkiri pula, Indonesia merupakan negara maritim. Mayoritas luas wilayah negara ini adalah perairan. Mulai perairan asin atau laut, perairan tawar, sungai, danau atau hanya sekedar rawa -rawa. Begitu kayanya bangsa ini.

Air pun merupakan salah satu jantung perekonomian bangsa ini. Eksploitasi air yang beragam. Mulai dari usaha isi ulang yang diambil dari mata air kaki pegunungan, mengubah aliran air sungai menjadi energi listrik dalam pembangkit listrik tenaga air atau hanya yang berfungsi sebagai sarana pengairan sawah. Kita dangat bergantung sekali pada air selain kita sendiri membutuhkan air untuk minum. Air merupakan satu kebutuhan paling utama dan tidak bisa ditinggalkan.

Namun saat ini fakta tentang air pun mulai beragam. Perubahan cuaca yang mulai ekstrim sedikit banyak merubah ketersediaan air itu sendiri. Pemanasan global yang mulai terasa, menguapkan pemikiran tentang air itu sendiri. Keseimbangan tentang kebutuhan dan persediaan air pun mulai goyah. Saat kemarau panjang, beberapa daerah di Indonesia sangat kekurangan pasokan air. Sedangkan saat penghujan datang, kita serasa dijatuhi durian runruh yang menyamarkan untuk apa itu air sebanyak itu. Lebih parah lagi, air itu menimbulkan musibah.

Air di dunia ini tidak terbatas sebenarnya. Namun untuk menciptakan ketersediaannya air tidak dapat berdiri dan berjalan sendiri. Memang dalam kehidupan nyata air mengalir tanpa kita mengalirkan. Tetapi manusia merupakan faktor utama ketersediaan air di dunia sekaligus bagaimana menjaga air itu agar tidak merugikan dunia. Garis Tuhan memang, tetapi manusia harus menjaga sebagai khalifah.

Kenapa saat musim kemarau kita kekurangan air? Dan mengapa saat penghujan kita harus merasakan banjir bandang, tanah longsor dan sebagainya? Dan bagaimana dampak sosial saat beberapa daerah dan warga mengalami kekurangan air?

Saat seperti ini, cuaca yang tidak bisa diperkirakan kita seharusnya dapat waspada. Waspada dalam arti bagaimana menjaga air itu tetap ada dan siap untuk digunakan sehari -hari. Tidak bisa dipungkiri bahwa kerusakan lingkungan sangat berpengaruh banyak terhadap ketersediaan air. Dalam teorinya, selain laut, sungai, danau atau tempat penampungan air berskala besar yang ada, air disimpan dalam tanah. Dalam prakteknya kita sering menjumpai di kehidupan sehari -hari. Pompa yang digunakan untuk mengalirkan kebutuhan air rumah tangga berasal dari dalam tanah. Namun banyak daerah yang mengalami kesulita mendapatkan sumber mata air tanah. Analisis sederhana bahwa air yang ada ditahan dan disimpan oleh akar tanaman yang tumbuh di tanah itu. Penahan inilah sekarang yang menyebabkan kekurangan ketersediaan air. Dampak dari pembebasan lahan hutan untuk industri sangat menyumbang kelangkaan air.

Dalam suatu perngamatan, tumbuhan teh -tehan yang biasa ditanam di pekarangan rumah mampu menahan beberapa debit air tanah. Bandingkan jika tumbuhan -tumbuhan besar dengan akar yang besar pula, sangat berpengaruh tentunya jika ditebang dalam jumlah yang banyak.

Dan saat musim penghujan kita pasti merasakan banjir. Ironis memang. Tidak jauh berbeda dengan faktor yang mendukung terjadinya kelangkaan air. Tumbuhan atau pepohonan itu juga. Saat debit yang sangat besar menghujani daratan, air tidak dapat teresap masuk ke tanah. Mereka mengalir seperti tanpa tujuan. Tanpa ada resapan. Dan dampaknya adalah longsor. Merusak banyak infrastruktur di daratan. Tidak hanya itu saja, saat ini pada cuaca yang tak menentu daerah penampungan air terkadang tidak mampu membendung kelebihan debit yang mampu ditampungnya. Ini sebenarnya pekerjaan rumah mereka yang lebih ahli, kapan mereka harus membuka pintu air dan kemana mereka harus membuang kelebihan air tersebut.

Lebih mengenaskan lagi adalah fakta tentang ketersediaan air bersih di bangsa ini. Banyak yang mengeluhkan keadaan ini. Bahkan sudah menjadi topik utama beberapa portal berita di beberapa daerah. Bukan lagi kelangkaan air yang dirasakan, ironis mereka berlebihan air namun tak layak untuk dikonsumsi. Ya, karena tak ada resapan, biasanya air itu pun mengalir bersama tanah yang dilaluinya. Belum ditambah lagi fungsi sungai atau tempat penampungan air lainnya yang beralih menjadi tempat sampah. Kotoran, kuman, virus tercampur jadi satu.

Kita tidak akan pernah kehabisan air sampai kapanpun itu. Namun kita hanya tidak dapat merasakan setiap detik terdapat air yang tersedia. Entah itu bersih atau tidak, layak atau tidak, musim kemarau ataupun penghujan. Ya, kesadaran individu lagi -lagi menjadi faktor utama. Jika kita sadar bahwa air merupakan satu kebutuhan yang sangat penting, tidak akan ada kekurangan air, banjir, ataupun bayi yang terpaksa meminum air selokan.

Jangan jadikan 22 Maret hanya sebuah peringatan dalam ingatan saja. Hari Air Sedunia memang diperingati hanya pada tanggal 22 Maret. Namun kesadaran kita tentang air harus kita pikirkan setiap hari, setiap jam dan setiap detik. Bukan tidak setuju tentang larangan pemborosan pemakaian air, namun sebenarnya kita tidak pernah kehabisan air. Hanya saat kita membutuhkan air itu tidak berada di depan mata kita langsung. Dan itu karena manusia itu sendiri.

Resapi kata AIR itu sendiri. Untuk apa air itu, bagaimana air dapat mengalir, bagaimana menjaga air tetap ada untuk kita setiap detik dan lain sebagainya. Air ada itu gratis. Dan air tidak dapat hidup sendiri. Tidak dapat berdiri sendiri tanpa sokongan tumbuhan dan manusia tentunya.

Selamat Hari Air Sedunia 2012. Semoga niatan baik kita terhadap air juga penciptanya layaknya hakikat air. Putih, sederhana dan selalu bermakna untuk semua.

Selamat Sore

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
Leave a comment

Posted by on March 22, 2012 in Berita, Event, Opini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: