RSS

Dahlan Iskan

03 Mar

Dahlan Iskan, lahir di Magetan 17 Agustus 195. Merupakan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009 menggantikan Fahmi Mochtar. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.

Ada yang menarik dari satu alinea di atas. Dibesarkan pada kondisi pedesaan dan orang tua yang serba kekurangan membuat orang tua beliau tidak ingat kapan Dahlan Iskan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati (catatan tersebut dapat dibaca di Pengalaman Pribadi Menjalani Tranplantasi Liver) pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina. Dan merilis bukunya Dua Tangis dan Ribuan Tawa yang merupakan kumpulan CEO Notes ketika mengabdi di PLN sesaat setelah ia diangkat emnjadi menteri.

Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.

Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.

Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer

Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.

Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.

Beberapa analisis Tentang Dahlan Iskan setelah ia diangkat menjadi menteri :

Bruce Gale, penulis senior koranterbesar dan berpengaruh di Singapura The Straits Times (TST)

“Untuk kalangan yang mengharapkan Indonesia menjadi baik, sosok Menteri Dahlan (Iskan, red) menawarkan harapan, bahwa sesuatu yang lebih baik akan datang,” tulis Bruce Gale, penulis senior TST dalam penutup analisa satu halamannya itu.

Bruce memulai tulisannya dengan situasi berlarut-larut menjelang perombakan kabinet akhir Oktober lalu.  Pengamat menilai perombakan itu lebih banyak memenuhi kepentingan koalisi partai pendukung Presiden Susilo Bambang Yudoyono, ketimbang perubahan nyata yang memperbaiki kinerja para menteri.

Di luar dugaan, tulis Bruce, perombakan itu membawa satu hal yang menarik, yaitu penggantian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Mustafa Abubakar kepada Dahlan Iskan. Menteri Mustafa menuai banyak kritik ketika tahun lalu mengeluarkan kebijaksaan yang tak mulus dalam penjualan saham Krakatau Steel, salah satu BUMN milik Indonesia.

Dahlan Iskan, kata Bruce, dikenal berhasil membawa reformasi besar-besaran di tubuh PT PLN, sejak dipercaya menjadi direktur utama-nya, tahun 2009. ” Di situ Dahlan menunjukkan kemampuan manajerialnya,” kata Bruce.

Tapi, bukan hanya itu kelebihan Dahlan. Pria 60-tahun ini berani tegas karena sudah cukup kaya dan sama sekali tak menunjukkan ambisi politik apa-apa. Alhasil, selama memimpin PLN Dahlan sama sekali tak bisa dipengaruhi oleh pengusaha dan politisi korup.

“Dahlan juga nyaman bekerja karena didukung oleh kekuatan potensial yaitu jaringan surat-kabar terbesar di Indonesia, yang ternyata ampuh mengatasi kendala ketika upaya reformasinya menghadapi kendala,” kata Bruce.

Pengetahuan dan pengalamannya dalam bisnis media membuat Dahlan sangat akrab dengan media. Media melaporkan Dahlan menangis ketika ia mengumumkan penunjukannya sebagai Menteri BUMN. Bruce mengutip kata-kata Dahlan saat itu: “Saya katakan kepada Presiden bahwa saya sedih meninggalkan PLN karena kawan-kawan di sana saya tahu sudah bekerja sangat keras.”

Komentar Dahlan itu, kata Bruce, bukanlah pernyataan normal jika dibandingkan para Menteri baru lainnya yang diangkat Presiden saat itu. Dahlan usai pelantikan menyetir sendiri mobil pribadi bersama istrinya dan ditumpangi oleh wakil menteri dan istrinya.

Kebiasaan Dahlan berangkat ke kantor berjalan kaki saat menjadi Dirut PLN, kegemarannya memakai sepatu sneaker ketimbang pantopel kulit hitam (meskipun di perhelatan resmi), juga ditandai oleh Bruce. “Itu diluar kelaziman figur nasional di Indonesia lainnya,” kata Bruce.

Dalam analisanya yang berjudul “Minister a Reformer Who Walk The Talk” mengutip analisa Agung Wicaksono, peneliti BUMN dari ITB. Agung mencatat keputusasaan orang melihat gaya hidup politisi di pusat kekuasaan Indonesia. “Dahlan orang yang mampu mendukung perkataannya dengan tindakan,” katanya.

Bruce menilai langkah awal Menteri Dahlan tepat, yaitu memangkas birorasi, memangkas rapat hingga 50 persen hingga akhir tahun ini. “Apa yang ingin saya lakukan pertama-tama adalah mengurangi campur tangan pemerintah di BUMN untuk memberi kebebasan dan otoritas kepada para direktur utamanya melakukan aksi-aksi korporasi,” kata Dahlan.

BUMN di Indonesia sudah lama dibenani oleh reputasi tak bagus: manajeman yang buruk dan kerap kali menjadi sapi perah politisi korup, dan selama bertahun-tahun sangat resisten terhadap perubahan ke arah yang lebih baik.

Bruce mencatat, ada sejumlah hal yang bisa menjadi kendala langkah Dahlan Iskan.  Pertama, tak seperti saat di PLN, dimana ia punya otoritas yang luas, saat menjadi Menteri ia harus berkoordinasi dengan menteri lain untuk mencapai tujuannya.  Penjualan aset, masuk ke bursa saham, misalnya, harus dengan persetujuan Menteri Keuangan. Mengutip sumber tertentu Bruce mengatakan selama di PLN Dahlan sering mengambil keputusan dengan sangat cepat, dan langkah tersebut kadang tak didukung oleh institusi negara lainnya.

Secara umum, Bruce mencatat, di bawah Presiden Yudoyono, Indonesia menjadi negara yang stabil kondisi makroekonominya, bisa menegakkan disiplin fiskal, dan pertumbuhan GDP yang kuat. Tetapi, untuk mencapai keberhasilan jangka panjang, Indonesia memerlukan menteri yang mampu mewujudkan janji-janji reformasi, meningkatkan efektivitas birokrasi dan melenyapkan korupsi. Harapan seperti itu, kata Bruce, bisa diharapkan dari sosok Menteri Dahlan Iskan.

Yang menarik dan unik dari Dahlan Iskan ;

  1. Keseharian Dahlan Iskan sangat sederhana, lebih senang menggunakan baju kaos, celana jins dan sepatu kets. Kalaupun bepergian Dahlan Iskan sering menggunakan jaket dan jaket itu hampir tidak pernah berubah. Jika kotorpun akan beliau bawa sendiri ke laundry.
  2. Sebelum Ganti Hati, sosok Dahlan Iskan sering makan seenaknya. Dalam arti, dimanapun dia berada dan merasa lapar/haus disana dia makan/minum. Dahlan Iskan orangnya tidak pernah merasa jijik. Kalau pada saat lapar melihat ada orang/karyawan sedang makan dia langsung bertanya “kok enak ya”, langsung aja makanan itu diambil dan dimakan sambil jalan. Demikian juga kalau dia sedang haus dan mau minum, dimana dia melihat minuman diatas meja langsung dia minum dan tidak perduli milik siapa minuman itu. Pernah sekali waktu ada segelas teh di meja karyawan Jawa Pos yang sudah dirubung semut diambil dan diminumnya. Itu saja tidak berusaha membuang teh yang diminumnya malah diminum terus tehnya sambil membersihkan semut yang merayap disekitar mulutnya.
  3. Dahlan Iskan sering tidur di sembarang tempat. Dulu sebelum ganti hati, karyawan Jawa Pos tidak heran kalau melihat Dahlan Iskan tidur di sembarang tempat. Dimana dia merasa mengantuk karena kecapaian, disana dia tidur dengan beralaskan koran bekas.
  4. Dahlan Iskan tidak gila hormat. Karyawan Jawa Pos tidak wajib memberi hormat pada Dahlan Iskan saat bertemu atau berpapasan atau satu lift. Jangan heran dan kaget kalau seandainya salam atau hormat karyawan atau siapa saja tidak dibalas oleh Dahlan Iskan. Kalau sudah begitu, berarti ada sesuatu yang dipikirkannya.
  5. Dahlan Iskan sangat ringan tangan. Sebelum ganti hati, Dahlan Iskan sering turun di lapangan membantu pekerja membersihkan dan mengangkat barang untuk dipindahkan. Pernah sekali waktu Dahlan Iskan dimarahi oleh pekerja kasar poyek saat mulai bersih-bersih akan pindah kantor dari Jalan Karah Agung ke Graha Pena Jalan Ahmad Yani 88 Surabaya. Dahlan Iskan oleh karyawan proyek disangka disangka karyawan biasa, entah bagaimana kejadiannya si karyawan proyek marah-marah ke Dahlan Iskan dan Dahlan Iskan tidak menghiraukannya dan terus bekerja. Si pekerja proyek terus memarahi Dahlan Iskan sambil jalan, pada saat itu ada karyawan Jawa Pos yang mengetahui kejadiannya langsung mendekati dan menegur pekerja proyek itu. Jadi pekerja proyek itu tidak tahu bahwa yang dimarahi adalah Dahlan Iskan Bos Jawa Pos Grup. Itulah salah satu kejadian unik dari Dahlan Iskan.
  6. Dahlan Iskan tidak pernah membawa uang. Sebelum ganti hati, Dahlan Iskan tidak pernah membawa uang kalau keluar rumah sehingga kalau mau bepergian Dahlan Iskan biasanya mengajak salah satu karyawan Jawa Pos yang dia temui dan biasanya karyawan Jawa Pos yang diajak Dahlan Iskan buru-buru mencari pinjaman kalau tidak punya uang. Pernah Dahlan Iskan ingin menonton sepak bola di Tambaksari, Surabaya dan dia mengajak salah satu karyawan Jawa Pos dan sesampai di depan loket penjualan tiket si karyawan disuruh membeli tiket dan tidak diberi uang oleh Dahlan Iskan. Setelah tiket dibeli, masuk bersama-sama karyawan itu, tapi setelah masuk Dahlan Iskan meninggalkan karyawan itu dan berpisah. Biasanya Dahlan Iskan menuju ke tempat para pejabat daerah menonton untuk bergabung. Sedangkan karyawan yang diajak oleh Dahlan Iskan itu segera pulang ke kantor laporan ke bagian umum untuk minta ganti uang tiket. Kalau Dahlan Iskan ke kantor naik taksi, dia langsung turun saja dan tidak membayar ongkos taksinya, sehingga sopir taksi kebingungan dan kalau satpam/security mengetahuinya langsung dibayarkan dulu dan minta gantinya di bagian umum. Kebiasaan Dahlan Iskan itu sudah diketahui oleh seluruh karyawan Jawa Pos Grup.
  7. Dahlan Iskan tidak pernah membawa Handphone. Sebelum ganti hati, jangan coba-coba meminta nomor handphone pada Dahlan Iskan, tidak akan anda dapatkan nomornya. Dahlan Iskan kemana-mana tidak pernah membawa handphone, semuanya di pusatkan di kantor Jawa Pos bagian umum dan bagian umumlah yang memberitahukan pada Dahlan Iskan semua telepon atau informasi lainnya. Kalau seandainya sedang diluar atau di jalan ingin kontak kemana saja, biasanya meminjam handphone orang didekatnya baik teman maupun karyawannya untuk berkomunikasi.
  8. Dahlan Iskan tidak mau menunggu jemputan saat keluar dari bandara. Jika begitu keluar pintu bandara tidak ada sambutan penjemput atau supir, dia akan langsung naik taksi ke tempat tujuan dan tidak mau menunggu.

Terlalu singkat cerita sosok di atas. Dan terlalu rumit jika menganalisis jauh lebih dalam. Dahlan Iskan, sang menteri dengan kesederhanaan yang membawa ke derajat kewibawaannya yang lebih tinggi.

References :

http://sejuta-puisi.blogspot.com/2011/12/analisa-straits-times-harapan-dari.html

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11333225

 
Leave a comment

Posted by on March 3, 2012 in Sosok

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: