RSS

Fixie or Onthel ?

21 Feb

fixie or onthel, and your choice ?

Kenapa dengan judul postingan saya? Yap, itu judul saya dapat waktu saya main bareng sahabat dekat saya yang sedang kuliah di Jogja, nah waktu itu di kaosnya ada tulisan

Fixie Or Onthel ?

Your decision will change Our Nation

It’s about Globalisation

hahaa

buat saya kata -kata di atas masih jadi dilema buat negara kita. sok -sokan ngomongin negara nih hahaa. Gimana nggak jadi dilema disatu sisi kita mau ikutan yang namanya globalisasi, tapi di sisi lain kita ingin tetap melestarikan budaya bangsa kita sendiri.

Jika saja kamu disuruh milih diantara Fixie⁠ atau Onthel mana yang kamu pilih ?

Memang itu pilihan dan pola pikir orang juga berbeda – beda. Lagipula globalisasi nggak dinilai dari sebuah fixie ataupun sepeda onthel saja. Menurut saya, fixie ataupun onthel bisa jalan bareng untuk menyukseskan globalisasi. Okelah sekarang kita lagi dihebohinkan dengan semakin banyaknya pengguna fixie, tidak hanya fixie saja sebenarnya. Model -model sepeda yang laris manis sekarang yang notabene mengadopsi karya luar negeri. Entah datang darimana fixie, impor atau memang asli made in Indonesia karena ide yang cemerlang anak bangsa. Semakin berwarna kehidupan di Indonesia jadinya dan progress yang bagus buat kita, semakin banyak bikers – bikers semakin berkurang yang namanya polusi udara.

Tapi, jangan sampai membuat kita lupa yang namanya sepeda onthel yang menurut saya tidak kalah bagus dan trendi dibanding fixie itu sendiri. Memang saat ini trend fixie itu sudah tidak begitu ‘vocal’ beberapa bulan yang lalu. Onthel punya bentuk yang unik. Sejarahnya pun juga besar. Dan saat ini, onthel yang ada mempunyai nilai jual yang sangat tinggi untuk pecinta ataupun collector pada khususnya. Saya tidak berkata jika onthel itu benar -benar asli dari Indonesia. Kalau kita lihat, itu sepeda dipakai pada masa kekuasaan Belanda di Indonesia. Di Indonesia saat ini, hanya sedikit orang yang punya sepeda jenis ini, terutama adalah anak muda. Ya, asal tidak latah saja budaya negara ini.

Jika saja turis mancanegara bangga dan bahagia dengan menunggangi sepeda onthel, kenapa kita harus malu?⁠

Di balik ‘onthel’ dan ‘fixie’ tadi adalah bagaimana bangsa ini menjadi seutuhnya bangsa yang terbentuk dengan sejarah yang sangat indah. Pancasila kita memang fleksibel menerima pengaruh dari luar untuk menatap globalisasi yang sudah menggila. Kita harus memutar otak dan memeras keringat sedikit lebih keras untuk itu. Ya, bagaimana dengan budaya ‘kuno’ yang ada bisa kita jadikan transportasi kita menatap dunia. Dunia! Sudah banyak budaya kita yang diakui sebagai warisan budaya oleh dunia. Dan itu artinya kita sudah berada di jalan yang tepat.

Bukan anti budaya luar. Cukup kita belajar dari budaya luar yang sekarang bisa membawa mereka melesat cepat di era Globalisasi ini. Dan, bukan mencontek. Tetapi memutar kreatifitas dan memaksakan ide kita untuk ‘berjalan’ dengan budaya kita sendiri di mata dunia.

Menjadi Indonesia itu tidak cukup. Kabarkan Indonesia kepada dunia! Menarilah dengan liukan badan yang lunglai, tiuplah suling bambu dengan harmoni yang cantik, kenakan secarik kain hasil kerja pembatik, dan ceritakan pada dunia. Kita Indonesia.

Selamat sore

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2012 in Indonesia ?, Opini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: