RSS

Arogansi Tak Bertuan

05 Dec

Sebuah cerita di tanggal 9 Muharram ini yang cukup membuat psikis saya yang sudah tertata rapi hari ini berantakan.

Cerita ini berawal saat tadi saya bersama teman saya berniat keluar rumah untuk mencari makan buka puasa. Saya harus melewati jalan yang sangat jelek dengan penerangan lampu yang sangat minim. Ketika itu saya sedang asyik ngobrol dengan rekan saya sambil memilih jalan yang baik. Tiba -tiba saya dikejutkan dengan adanya sebuah motor Honda Tiger yang sudah memotong jalan untuk masuk ke sebuah gang. Saya benar -benar tidak sadar dan tahu jika motor tersebut memberikan tanda untuk belok. Sontak saya menambah kecepatan motor saya dengan tujuan supaya tidak ada kontak fisik. Seketika itu saya mendengar teriakan seorang lelaki yang berasal dari pengendara motor itu. Saya juga sudah merasa jika saya diikuti.

Saat sampai di jalan yang baik dan terang, tiba -tiba dugaan saya benar. Motor laki itu dengan gagahnya berada disamping saya dan menggertak saya untuk berhenti. Saya berhenti dan seketika itu pengendara motor itu membuka helmnya. Beliau mencaci maki saya dan benar -benar marah besar. Saya yang berusaha mengubah suasana dengan menjelaskan kenapa kejadian itu pun tidak digubris. Malahan beliau menuduh saya tekah mengacungkan jari tengah saya untuk beliau. Boro -boro untuk mengacungkan lambang fuck mengendalikan motor pada jalan yang sangat jelek itu saja susah. Saya terus berusaha merendahkan tensi pembicaraan. Beliau malah berbicara, ‘kamu tahu siapa yang megang daerah sini?’ Sontak saya kaget. Dan tiba -tiba tangan bapak itu sudah melayang untuk memukul kepala saya yang saat itu dilindungi helm. Helm saya pun hampir lepas. Stelah itu beliau tanya asal saya dari mana, saya jawab saya berasal dari Cepu. Dan untuk kedua kalinya kepala saya dipukulnya dengan lebih keras tanpa beliau malu dihadapan banyak orang. Seorang wanita yang membonceng pun sebenarnya kasihan dan merasa malu dengan tindakan bapak itu. Bapak itu yang jika dilihat dari cara berbicara dan potongan rambutnya adalah seorang aparat kepolisian. Tetapi itu hanya asumsi saya saja. Beliau pun juga sempat mengancam saya akan menyita STNK motor saya sembari memukul kepala saya untuk ketiga kalinya. Ketika itu pula saya tetap merendah sebagai orang yang sadar diri meminta maaf dan disuruh untuk cepat jalan.

Dari tulisan ini bukan hanya curhat saja, tetapi lebih memberikan pelajaran berharga untuk pembaca tulisan saya ini. Jangan sampai kita diperbudak oleh sebuah arogansi kita. Setinggi apakah kita, se-sangar apakah kita sebaiknya kita merendah. Mengontrol sebuah emosi itu memang susah. Tetapi jika ditilik dari cerita di atas. Seharusnya bapak itu malu, apalagi jika asumsi saya benar jika beliau itu seorang anggota aparat keamanan yang seharusnya memberikan pelajaran berharga. Terlebih beliau sebenarnya lebih dewasa dibandingkan saya. Ironisnya lagi, wanita yang membonceng beliau akan lebih malu jika suaminya seperti itu. Bagaimana tidak karena kejadian itu dilihat orang banyak dan itu juga terjadi di lokasi dekat mereka tinggal dengan dampak terbesar adalah mereka akan menjadi bahan pembicaraan warga. Bahkan bukan tidak mungkin mereka akan dikucilkan.

Satu lagi, kita sebagai manusia jauh dari kata sempurna. Kesalahan demi kesalahan itu wajar diperbuat oleh kita. Jangan pernah malu untuk berkata maaf sekalipun sebenarnya kita berada diposisi yang tidak salah.

Saya tidak akan dendam, saya tidak akan menuntut atas perlakuan bapak itu. Saya hanya dapat mendoakan saja, semoga Allah dapat menyadarkan dan memberikan suatu pelajaran berharga untuk beliau.

Meminta maaf itu tidak mudah, tetapi lebih tidak mudah lagi untuk memberikan maaf. Arogansi merupakan suatu alat yang bisa memperbudak diri kita, menghilangkan jati diri kita dan bahkan menghilangkan rasa malu kita.

Selamat Malam🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: