RSS

Kekayaan Indonesia sekaligus Tuhan

04 Dec

Dalam sebuah perjalanan panjang sepanjang 250 Km, dengan sebuah alat transportasi massal kereta api sebuah niatan menulis ini muncul.

Seperti yang biasa terjadi tiap kali kita berpergian menggunakan angkutan massal kereta api, entah pagi, siang dan malam kita lebih sering disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah, sungai dan pedesaan. Ya, terlebih karena pada daerah inilah yang dianggap produktif oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Selain memang karena sebagian besar adalah bekas peninggalan kompeni Belanda jaman dahulu, inilah rute yg dianggap cepat dengan memotong jalan dari rute yang biasa dilalui dengan rute angkutan darat yang lainnya. Tetapi ini tidak bisa kita samakan dengan apa yang terjadi dengan Kereta Rel Listrik atau biasa disebut dengan KRL ataupun commuter line yang beroperasi di daerah Jakarta dan sekitarnya. Menurut pantauan atau kita dapat perhatikan sendiri di layar kaca atau media apapun, sejauh perjalanan kita disuguhkan dengan perkampungan kumuh, padatnya rumah dan juga bahkan carut marut ibukota.

Mungkin ada satu hal yang tidak terpikirkan oleh kita atau bahkan petinggi PT. KAI sekalipun, sepanjang rute dari DAOP 1 utk wilayah jakarta hingga surabaya atau bahkan Malang dengan rute utara maupun selatan, hamparan sawah lah yang mendominasi, disitulah kita diberikan sebuah tontonan yang nyata indahnya. Memang jika malam hari tak akan tampak hamparan pemandangan itu, tetapi jika kita melakukan perjalanan dengan kereta kelas bisnis ataupun ekonomi, angin dari luar kereta itu terasa begitu sejuk. Dan juga jika kita melakukan perjalanan pada siang hari yang terlalu terik tak akan nampak karena kalah dengan hawa panas udara luar.

Lain halnya jika kita melakukan perjalanan dengan kereta bisnis atau kereta ekonomi dengan tidak berdesakan, pada sekitar pukul 16.00 hingga 17.45 kita akan disuguhi dengan pemandangan yang bagi penulis sangat indah. Banyak hamparan sawah membentang dikelilingi dengan pepohonan di sampingnya, air genangan pada sawah bekas hujan sebelumnya dilengkapi dengan hembusan angin mampu menggoyangkan ilalang serta batang padi. Tidak hanya itu, kesemua itu dilengkapi dengan langit biru dengan awan tipis serta matahari yang mulai beranjak pulang ke sarangnya. Belum lagi dengan gambaran gunung yang tampak samar. Dan bolehlah dilengkapi dengan kabel Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) yang bergelantungan di atas sawah.

Ya, saya, anda dan kita hanya bisa menikmati itu. Sesekali mengabadikan lukisan nyata itu dengan bidikan diafragma lensa. Terbesit lah pasti akan keindahan dan kekayaan bangsa ini. Indonesia yang terkenal dengan negara agraris. Yang tidak hanya mampu menghasilkan swadaya produksi padi, tetapi juga swadaya pemandangan alam yang indah. Dan yang pasti kita harapkan, semua ini tidak akan hancur oleh pengaruh jaman, ataupun tangan orang -orang yang mementingkan materi dengan membeli hamparan sawah tadi untuk dijadikan sebuah area industri yang benar -benar tidak ramah lingkungan.

Tidak cukup sampai itu saja, tidak bijak jika kita melupakan satu zat yang menciptakan semua komponen tersebut tadi. Ya, Tuhan lah penciptanya. Kita terkadang tidak sadar jika kita hanya mengagumi pemandangan itu tanpa berpikir siapa arsitek di balik itu. Dan bahkan yang lebih picik adalah ketika kita disuguhi pemandangan itu dan diabadikan dengan sebuah camera secanggih mungkin dengan fotografer yang sudah terlatih dan kita memuji hasilnya serta orang yang mengambil foto itu, tanpa kita juga memuji dan mengagungkan Tuhan.

Semua itu memang milik Indonesia, tetapi Indonesia sangat terlalu kecil oleh Tuhan.

Dan kini perjalanan penulis pun berakhir, sampai pada Stasuun Tawang Semarang.
Selamat malam, Terima Kasih🙂

 
1 Comment

Posted by on December 4, 2011 in Indonesia ?, Opini

 

One response to “Kekayaan Indonesia sekaligus Tuhan

  1. lekardhi

    December 4, 2011 at 12:34

    Nice posting mas dias,

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: